Senin, 21 September 2015

Sejarah dan perkembangan Pertanian

Sejarah dan perkembangan Pertanian
Berakhirnya zaman es sekitar 11.000 tahun sebelum Masehi (SM) menjadikan bumi lebih hangat dan mengalami musim kering yang lebih panjang. Kondisi ini menguntungkan bagi perkembangan tanaman semusim, yang dalam waktu relatif singkat memberikan hasil dan biji atau umbinya dapat disimpan. Ketersediaan biji-bijian dan polong-polongan dalam jumlah memadai memunculkan perkampungan untuk pertama kalinya, karena kegiatan perburuan dan peramuan tidak perlu dilakukan setiap saat.
Berbagai teori dan hipotesis mengemuka mengenai bagaimana manusia berpindah dari budaya berburu ke budaya bercocok tanam.
Hipotesis Oasis dikemukakan oleh Raphael Pumpelly pada tahun 1908 dan dipopulerkan oleh Vere Gordon Childe yang merangkum hipotesis tersebut ke dalam buku Man Makes Himself.[3] Hipotesis ini menyatakan bahwa ketika iklim menjadi lebih kering, komunitas populasi manusia mengerucut ke oasis dan sumber air lainnya bersama dengan hewan lain. Domestikasi hewan berlangsung bersamaan dengan penanaman benih tanaman.

Hipotesis Lereng Berbukit (Hilly Flanks) dikemukakan oleh Robert Braidwood pada tahun 1948 yang memperkirakan bahwa pertanian dimulai di lereng berbukit pegunungan Taurus dan Zagros, yang berkembang dari aktivitas pengumpulan biji-bijian di kawasan tersebut.
Hipotesis Perjamuan dikemukakan oleh Brian Hayden yang memperkirakan bahwa pertanian digerakkan oleh keinginan untuk berkuasa dan dibutuhkan sebuah perjamuan besar untuk menarik perhatian dan rasa hormat dari komunitas. Hal ini membutuhkan sejumlah besar makanan.
Teori Demografik diusulkan oleh Carl Sauer pada tahun 1952, yang diadaptasikan oleh Lewis Binford dan Kent Flannery. Mereka menjelaskan bahwa peningkatan populasi akan semakin mendekati kapasitas penyediaan oleh lingkungan sehingga akan membutuhkan makanan lebih banyak dari yang bisa dikumpulkan. Berbagai faktor sosial dan ekonomi juga mendorong keinginan untuk mendapatkan makanan lebih banyak.
Hipotesis Evolusioner oleh David Rindos mengusulkan bahwa pertanian merupakan adaptasi evolusi bersama antara tumbuhan dan manusia. Diawali dengan perlindungan terhadap spesies liar, manusia lalu menginovasikan praktek budi daya berdasarkan lokasi sehingga domestikasi terjadi.

Minggu, 20 September 2015

Gambaran kondisi pertaian indonesia

Gambaran kondisi pertaian indonesia

Menurut saya, pertanian indonesia saat ini mengalami kelemahan di berbagai elemen
Di antaranya sebagai berikut


  • Petani yang semakin hari semakin kurang, sedangkan kebutuhan pangan indonesia semakin meningkat.
  • Lembaga yang kurang aktif dalam peyampaian komuikasi pertanian, sehingga para petani kita kurang tau tentang update teknologi mengenai pertanian, yang mengakibatkan para petani hanya bisa menghasilkan apa yang mereka sering lakukan dan susah berkembang.
  • Pelayanan pemerintah terhadap ekspor pertanian yang lebih banyak menyerang perusahaan besar dan jarang sekali mengbil dari petani secara langsug.
  • Kurangya sumberdaya yang dapat mengatur proses pembangunan lahan di indonesia, sehingga masih banyak pemilik lahan secara personal yang secara sembarang membuat lahan pertanian baru tanpa memikirkan dampaknya. 


Pengertian pertanian menurut para ahli

Pengertian pertanian menurut para ahli

Menurut saya Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya.

Pengertian Pertanian Menurut Dwi Haryanti Pertanian merupakan suatu usaha manusia dalam bercocok tanam dimana objeknya merupakan sebuah lahan kosong

Pengertian Pertanian Menurut Word Bank Pertanian merupakan pemakai air terbanyak yang mempunyai andil peda terjadinya kelangkaan air. Pertanian merupakan salah satu pelaku utama dalam pengurasan air tanah, polusi agrokimia, keletihan tanah, dan perubahan iklim global, serta penyumbang hingga 30% dari emisi gas rumah kaca

Pengertian Pertanian Menurut Spedding Pertanian dalam pandangan modern merupakan kegiatan manusia untuk manusia dan dilaksanakan guna memperoleh hasil yang menguntungkan sehingga hams pula meliputi kegiatan ekonomi dan pengelolaan di samping biologi.

Menurut Karwan A. Salikin, pertanian adalah bagian agroekosistem yang tidak dapat dipisahkan dengan subsistem kesehatan dan lingkungan alam, manusia, dan budaya yang saling berkaitan dalam suatu proses produksi untuk kelangsungan hidup bersama.